Jumat, 16 Februari 2018 05:09 WITA

Appi-Cicu Pilih Kampanye Terbuka di Hari Terakhir

Penulis: Rizal - Muh. Fadel
Editor: Nur Hidayat Said
Appi-Cicu Pilih Kampanye Terbuka di Hari Terakhir
Andi Rachmatika Dewi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), akan menggunakan satu kali kesempatan kampanye terbuka yang diberikan oleh KPU di hari terakhir masa kampanye.

"Kita pilih tanggal 23 Juni 2018. Untuk lokasinya antara Lapangan Hertasning atau Lapangan BTP," ungkap Cicu, sapaan akrab Andi Rachmatika Dewi, saat ditemui, Kamis (15/2/2018).

Sementara itu, untuk kampanye tertutup, Cicu mengaku akan berbagi tugas dengan Appi, agar semua wilayah di Kota Makassar bisa tersentuh. Hal tersebut menurutnya sangat penting agar visi dan misi duet Appi-Cicu bisa sampai kesemua warga Kota Makassar.

"Saya sama Pak Appi akan berbagi tugas dan wilayah agar semua wilayah bisa kita cover," tambahnya.

Meskipun demikian, menurut politikus Partai NasDem ini, karena dirinya perempuan, tentu akan lebih memprioritaskan untuk menyasar para pemilih perempuan dan pemilih pemula.

"Konsep kampanye kita secara umum seperti biasanya, cuma karena saya perempuan, maka saya memprioritaskan pemilih perempuan dan pemula," pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel tersebut.

Sekadar diketahui, tahapan pelaksanaan kampanye untuk Pilkada Serentak 2018 dimulai 15 Februari sampai 23 Juni mendatang. Jadwal kampanye ini sesuai dengan Peraturan KPU 2 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2018.

Berbeda dengan kontestasi Pilgub yang memberikan kesempatan kepada setiap paslon untuk melakukan kampanye terbuka selama dua kali, untuk Pilkada kabupaten/kota hanya diberi kesempatan kampanye terbuka satu kali. Sisanya berupa kampanye tertutup yang berisi sosialisasi oleh setiap paslon di komunitas atau kelompok masyarakat tertentu.