Jumat, 16 Februari 2018 19:37 WITA

Hari Raya, KPU Ogah Temui Massa Umar-Madeng

Editor: Aswad Syam
Hari Raya, KPU Ogah Temui Massa Umar-Madeng
Massa Umar-Madeng, saat mendatangi Kantor KPU Bone, Jumat (16/2/2018).

RAKYATKU.COM, BONE - Tim Bakal Pasangan Calon Umar-Madeng, mendatangi kantor KPU Bone, Jumat (16/2/2018).

Kedatangan puluhan massa Umar-Madeng ini untuk menindak lanjuti terkait Somasi yang dilayangkan pihaknya ke KPU, atas dugaan intimidasi yang dilakukan pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu pada proses verifikasi faktual dukungannya.

Namun saat mendatangi KPU Bone bersama rombongannya, Tim Paslon Umar-Madeng harus kembali dengan tangan hampa. Pasalnya, KPU tidak menerima tamu pada perayaan hari raya.

Ketua KPU Bone Aksi Hamsah saat dikonfirmasi menjelaskan alasannya, kenapa pihaknya tidak menerima romobongan Umar-Madeng saat datang untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami (KPU Bone) tidak bisa menerima aspirasi di hari raya nasional. Hari ini, adalah hari raya imlek. Ada Undang-Undang yang mengatur dalam penyampaian aspirasi, yakni Undang-Undang nomor 16 tahun 1998, pasal 9 ayat 2," Jelas Aksi.

Lebih lanjut Aksi menjelaskan, sebelumnya dia sudah menyampaikan kepada Tim Umar-Madeng jika merasa terintimidasi kenapa tidak dilaporkan ke Polisi.

"Intimidasi itu adalah pidana, seharusnya dilaporkan ke Polisi, itu bukan ranahnya kami. Kalau ada penyelenggara kami yang salah, silakan buktikan dan nanti kami ekseskusi," jelasnya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Umar-Madeng, M Naim menuturkan, pihaknya merasa sangat dirugikan dengan oknum penyelenggara pemilu yang melakukan intimidasi, saat dilakukan verifikasi vaktual di tingkat desa/kelurahan.

"Kami memiliki data dan laporan ada Tim/LO kami, yang ditolak PPS dengan alasan yang bersangkutan tidak tercantum SK tim Paslon, atau bukan berasal dari daerah setempat," ucapnya.