Selasa, 20 Februari 2018 20:41 WITA

Sekjen DPP Hanura Bersaksi di Sidang Sengketa Pilkada Luwu

Editor: Abu Asyraf
Sekjen DPP Hanura Bersaksi di Sidang Sengketa Pilkada Luwu
Sekjen DPP Hanura, Benny Tamara saat memberikan kesaksian di kantor Panwaslu Luwu, Selasa (20/2/2018).

RAKYATKU.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura, Benny Tamara menyambangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Luwu, Jalan Merdeka Selatan, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Selasa (20/2/2018).

Benny hadir untuk memberikan kesaksian tentang keabsahan rekomendasi Buhari Kahar Muzakkar-Wahyu Napeng (BKM-WN) dalam sidang lanjutan sengketa Pilkada Luwu antara pihak BKM-WN dan KPU Luwu. Gugatan itu terkait keputusan KPU Luwu yang menyatakan BKM-WN tidak memenuhi syarat untuk menjadi pasangan calon.

Benny Tamara menjelaskan, dirinya sah untuk menandatangani surat rekomendasi untuk pasangan Buhari-Wahyu, meski saat itu dirinya masih menjabat wakil sekjen. Menurutnya, pengalihan posisi sekjen jika berhalangan diatur dalam AD/ART Partai Hanura.

Dia menegaskan, rekomendasi untuk pasangan BKM-WN ditandatangani Ketua DPP Hanura, Oesman Sapta Oddang dan dirinya selaku wakil sekjen. Dia bertindak selaku sekjen karena sekjen definitif sedang berhalangan.

"Berdsarkan pertimbangan tertentu oleh ketua umum, rekomendasi Basmin-Syukur Bijak dibatalkan. Saya selaku wakasekjen telah berkonsultasi dengan KPU RI yakni pak Arif, terkait PKPU boleh tidaknya wasekjen menandatangani rekomendasi. Kata KPU boleh saja karena pada saat itu Sekjen sedang berada di luar negeri," katanya Benny.

Ketua DPC PAN Luwu, Yani Mulake juga hadir sebagai saksi. Dia mengaku telah mengantar dua pasaungan calon untuk mendaftar di KPU Luwu, yakni pasangan Patahudding-Emmy Tallesang dan pasangan BKM-WN. 

"Saya mengantar dua pasangan calon atas perintah DPP PAN yang disampaiakn ke DPW PAN Sulsel kemudian disampaikan ke DPC PAN Kabupaten Luwu," ujar Yani Mulake.