Sabtu, 24 Februari 2018 14:04 WITA

Kedatangan Sekjen Hanura Tak Berpengaruh, BKM-WN Tetap Kalah di Panwaslu Luwu

Editor: Abu Asyraf
Kedatangan Sekjen Hanura Tak Berpengaruh, BKM-WN Tetap Kalah di Panwaslu Luwu
Suasana sidang putusan sengketa Pilkada Luwu, Sabtu (24/2/2018).

RAKYATKU.COM - Pupus sudah harapan pasangan Buhari Kahar Musakkar-Wahyu Napeng (BKM-WN) untuk bertarung di Pilkada Luwu. Dalam putusannya, Sabtu (24/2/2018), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luwu menolak secara keseluruhan gugatan pasangan yang diusung Hanura dan PAN tersebut.

Putusan itu dibacakan Ketua Panwaslu Luwu, Sam Abdi yang bertindak sebagai ketua majelis musyawarah sengketa Pilkada Luwu.

Selain menolak secara keseluruhan gugatan BKM-WN, dalam surat putusan itu, Panwaslu juga menetapkan beberapa putusan yakni menyatakan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Nomor: 7/PL.O3.2-Kpt/7317 KPU. Kab /II/2018 tanggal 12 Februari 2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Tahun 2018, sah dan mengikat.

Juga menyatakan Berita Acara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Nomor : 12/PL.03.2.BA/2317/KAB.K1.K2.K3 K4. K5/II/2018, per tanggal 7 Februari 2018, tentang Penetapan berkas Buhari Kahar Mudzakkar dan Wahyu dinyatakan TMS, adalah sah dan mengikat.

"Jika pemohon tidak menerima hasil putusan ini dapat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN), paling lambat tiga hari kerja setelah keputusan ini," kata ketua majelis yang juga merupakan Ketua Panwaslu Luwu, Sam Abdi.

Menanggapi keputusan tersebut, kuasa Hukum BKM-WN, Abbas Djohan mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan gugatan ini ke PTUN dengan objek putusan Panwaslu Kabupaten Luwu. Dia juga akan mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.