Senin, 12 Maret 2018 22:49 WITA

Menakar Suara Kandidat Pilgub Sulsel di Makassar, Gowa dan Bone

Editor: Aswad Syam
Menakar Suara Kandidat Pilgub Sulsel di Makassar, Gowa dan Bone

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Perebutan kursi gubernur dan wakil gubernur Sulsel kian ketat. Empat pasang calon, saling kejar tingkat elektabilitas versi hasil lembaga survei, yang rilis baru-baru ini.

Meski mereka punya basis suara masing-masing, namun dipastikan, para kandidat akan terus berupaya keras mendulang pundi-pundi suara.

Yang menarik dicermati, tiga kabupaten/kota dengan jumlah pemilih terbesar di Sulsel. Yakni, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Bone.

Bagaimana peta kekuatan kontestan Pilgub Sulsel di tiga daerah itu?

Kabupaten Gowa, sudah barang tentu milik Ichsan Yasin Limpo, yang berpasangan dengan Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Mayoritas suara di Bone, diprediksi akan dimenangkan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Sedangkan Kota Makassar, akan jadi rebutan.

"Gowa jelas akan didominasi oleh IYL-Cakka. Wilayah ini menjadi basis tradisional keluarga Yasin Limpo," kata Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, Senin (12/3/2018).

Kendati demikian, patut diingat kata Nurmal, Pilgub Sulsel kali berbeda dengan kontestasi serupa pada tahun 2013 lalu. Saat itu, hanya menyisakan dua pesaing bagi keluarga Yasin Limpo.

"Maka kini ada 3 pasang yang menjadi pesaingnya (IYL-Cakka). Yang kekuatannya tak lagi sama dengan 2013," tambah Nurmal.

Nurmal menyebut alasan NH-Aziz bisa meraih suara dominan di Kabupaten Bone. Alasan paling utamanya, sebab mantan Ketua Umum PSSI itu, lahir di sana.

"NH kelahiran Bone, didukung infrastruktur politik dan birokrasi di sana. Dan Aziz juga punya basis kuat di Bone," ujarnya.

Bukan berarti, NH-Aziz akan dengan mudah meraup suara besar di Bone. Pasangan nomor urut 1 itu, akan digembosi Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman. Maklum, Sudirman Sulaiman yang juga adik dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman itu, juga lahir di Bone.

"Namun gangguan itu tidak akan begitu berpengaruh, karena Sudirman Sulaiman, meski berasal dari Bone, namun punya modal sosial kecil di sana," jelas dia.

Lebih jauh mantan Ketua KPU Makassar ini menjelaskan, Kota Makassar akan menjadi wilayah pertempuran sengit. Menurut dia, tidak ada kandidat yang dominan di Makassar.

"Keunggulan tipis akan diambil NA-SS yang akan bersaing ketat dengan NH-AZIZ yang mengandalkan basis tradisional Golkar dan suporter PSM," tutup Nurmal.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Bosowa, Arief Wicaksono memandang, empat pasang cagub Sulsel tentu punya strategi masing-masing, dalam pengelolaan peluang merebut suara pada basis politik yang berbeda-beda. Terutama pada wilayah yang memiliki DPT besar, seperti Makassar, Gowa, dan Bone. 

"Misalnya IYL, tentu relatif tidak ada masalah dengan Gowa. Namun berkepentingan juga di Makassar. NH juga demikian di Bone, dan cagub lainnya seperti NA dan Agus," kata Arief.

Tapi biasanya lanjut dia, strategi yang lazim adalah cenderung ekspansi ke wilayah lawan. Dan lebih mementingkan pemerataan suara di sepanjang jazirah Sulsel.

"Atau dalam artian, lebih besar tantangan, lebih besar insentif suara yang akan didapatkan," sambug Arief.

Soal siapa yang akan unggul di Makassar, Arief juga punya pandangan tersendiri.

"Cagub yang bisa menguasai Makassar, akan mendapatkan banyak keuntungan di Pilgub. Dulu di awal-awal sempat saya perhatikan, bahwa siapa yang menggandeng Danny Pomanto, akan unggul. Namun seiring perkembangan, tampaknya sekarang semua cagub akan membagi Makassar jadi 4 bagian. Dan belum ada yang dominan saat ini," pungkasnya.