Selasa, 13 Maret 2018 23:39 WITA

NA Ungkap Alasannya Tak Mau Lagi "Jual" Isu Pendidikan Gratis

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
NA Ungkap Alasannya Tak Mau Lagi

RAKYATKU.COM, BONE - Calon gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) punya misi tersendiri terkait pembangunan sektor pendidikan jika diberikan amanah menjadi Gubernur Sulsel periode 2018-2023.

Pendidikan usia dini merupakan fokus perhatian Bupati Bantaeng dua periode tersebut. Menurutnya, pendidikan usia dini sangat menentukan masa depan generasi muda.

"Pendidikan usia dini, karena itulah basic dari segala-galanya. Jadi mulai dari pendidikan usia dini lanjut ke TK, pendidikan dasar, SMP dan SMA. Ini harus betul-betul kita perkuat basic-nya," tuturnya saat ditemui Rakyatku.com di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (13/3/2018).

Menurut NA, pendidikan usia dini yang dimaksudnya mencakup karakter, moral dan etika.

"Tiga komponen itu semua harus diperkuat. Kenapa itu penting? Karena yang kita butuhkan ini adalah pendidikan yang berkualitas. Kalau pendidikan usia dini basic-nya bagus, maka masa depan sudah pasti cerah," tambahnya.

Selain pendidikan usia dini, duet Andi Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel 2018 ini juga menekankan pada perbaikan gizi anak.

"Bukan hanya pendidikan yang penting, tapi gizi anak juga harus diperhatikan dengan baik.

"Sejak dari mulai dari kandungan, itu harus diperbaiki gizinya. Setelah dia lahir, dia menjadi anak sehat kemudian kita hadirkan lembaga pendidikan yang bisa memberikan mereka bekal, baik moral, etika dan pendidikan yang layak itu tadi," urainya.

Jika gizi baik ditambah pendidikan usia dini yang layak, menurut NA, seorang anak akan cepat menangkap apa yang diajarkan.

"Ketika tumbuh dan basic-nya bagus, pasti jika diajar akan cepat ditangkap. Sekarang kan kadang ada anak kelas tiga SD tapi belum bisa membaca. Ini tantangan," tegasnya.

Atas dasar alasan itulah, menurut NA, dirinya tak lagi menjadikan isu pendidikan gratis sebagai jualan kampanye.

"Isu pendidikan gratis kita tak mau lagi gulirkan, tapi yang kita inginkan adalah pendidikan yang berkualitas dan pendidikan yang bersubsidi. Itu yang penting. Pendidikan yang berkualitas lahir dari pendidikan usia dini yang layak dan gizi yang baik," pungkasnya.