Rabu, 14 Maret 2018 13:56 WITA

Dituduh Menyerang, Legislator Golkar Sidrap Mengaku Dizalimi

Penulis: Darwis Pantong
Editor: Aswad Syam
Dituduh Menyerang, Legislator Golkar Sidrap Mengaku Dizalimi
Abdul Rahman

RAKYATKU.COM, SIDRAP -- Anggota DPRD Sidrap, Abdul Rahman, mengaku dizalimi atas dugaan kasus penyerangan terhadap salah seorang relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando-Mahmud Yusuf (DoaMu). Menurut Rahman, tudingan itu mendiskreditkan pihaknya.

Legislator asal Fraksi Partai Golkar yang juga Koordinator Kecamatan (Korcam) Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, Fatmawati Rusdi-Abdul Majid (FATMA) ini menilai, tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya itu hanya sebuah fitnah. 

"Isu (penyerangan) itu hanya untuk menciptakan psikologi ketertindasan, agar paslon (pasangan calon, red) mereka dikasihani," klaim politisi yang akrab disapa Rahman 75 ini, di Pangkajene Sidrap, Rabu (14/3/2018).

Di sisi lain, urai dia, yang tertangkap petugas kepolisian karena melakukan hate speech, fitnah, dan ujaran kebencian melalui jejaring sosial justru dari pihak pendukung paslon DoaMu. "Ini sudah berkali-kali dilakukan. Dan terbukti dari tim mereka yang menyebar fitnah dan ujaran kebencian di media sosial," lontar Rahman. 

Dia yakin, sebagian besar masyarakat tidak peduli dengan tindakan penyebaran fitnah dan ujaran kebencian tersebut. "Menurut ilmu psikologi, gejala psikologi orang yang seperti ini adalah orang yang ingin dikasihani. Cenderung menciptakan psikologi ketertindasan, agar orang lain kasihan," terang Rahman. 

Dia menambahkan, penyebaran isu ancaman yang memojokkan pihaknya itu, digunakan seseorang untuk menutupi kesalahannya dan terkesan melakukan provokasi. "Mereka itu selalu saja mengumbar fitnah. Marilah kita membangun iklim demokrasi yang sehat. Mari berdemokrasi sehat, tidak ada fitnah. Jual program, jangan jual fitnah," tegas Rahman.

Juru Bicara Tim Relawan DoaMu, Syamsul Bahri yang dimintai tanggapannya terkait pernyataan tersebut mengatakan, pihaknya merasa keberatan dan berencana akan melaporkan masalah ini kepada pihak berwajib, lantaran dinilai sebagai tuduhan. 

"Pernyataan beliau (Rahman) kami mau laporkan, menuduh calon kami suka menyebar fitnah, ini kan sudah pencemaran nama baik, dan indikasi ujaran kebencian kepada calon DoaMu," papar Syamsul via Whatsapp kepada Rakyatku.com sesaat lalu. 

Dilaporkan sebelumnya, beredar kabar jika salah seorang anggota tim pemenangan pasangan calon DOAMU, Rais menjadi korban penyerangan oleh oknum anggota DPRD Sidrap, Abdul Rahman, Selasa (13/03/2018) dinihari lalu. 

Dalam keterangannya, Rais menuturkan, kejadian ini bermula saat dirinya memposting sebuah status di jejaring sosial Facebook (FB), soal rusaknya lapangan sepakbola Desa Taluma, Kecamatan Watangsidenreng Sidrap, yang sebelumnya digunakan salah satu paslon bupati dan wakil bupati untuk kampanye terbuka. 

Melihat postingan Rais di FB tersebut,  Rahman dikabarkan mendatangi kediaman Rais, yang letaknya tak jauh dari lapangan Desa Talumae bersama sejumlah rekannya.

Beruntung, pihak kepolisian yang tanggap langsung terjun dan mengamankan situasi. Rais kemudian dibawa ke Mapolres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Awalnya saya posting status di Facebook, saya hanya menuliskan pertanyaan siapa yang bertanggungjawab atas rusaknya lapangan. Saya juga tidak menyebut siapa-siapa, kok H Rahman marah. Di lapangan kan kita tahu mobil tidak boleh masuk," ujar Rais.

Berita Terkait