Rabu, 14 Maret 2018 15:42 WITA

Gakkumdu Palopo Tetapkan Ome sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Editor: Mulyadi Abdillah
Gakkumdu Palopo Tetapkan Ome sebagai Tersangka Ujaran Kebencian
Akhmad Syarifuddin Daud

RAKYATKU.COM, PALOPO - Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Palopo menetapkan Calon Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud (Ome) sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian, Rabu (14/3/2018).

Ujaran kebencian yang terekam dalam video tersebut disampaikan Ome saat melakukan orasi politik dalam peresmian posko pemenangannya. Video itu bahkan sempat beredar di jagat maya.

Ketua Panwaslu Palopo, Syarifuddin Djalal mengatakan, penetapan tersangka kepada terlapor (Ome) telah memenuhi 3 kelengkapan alat bukti.

"Kami Gakkumdu menetapkan beliau berdasarkan 3 alat bukti.  Standar KUHAP-kan cuman dua alat bukti, alat buktinya dari keterangan terlapor sendiri, keterangan saksi, dimana saksi ini ada ahli hukum pidana, bahasa dan digital forensik," ucap Syarifuddin Djalal dalam keterangan pers-nya di Kantor Panwaslu Palopo.

Ditegaskan, kasus ini adalah laporan masyarakat. Dan dari keterangan para saksi dan video, pihaknya menyimpulkan terjadi tindak pidana yang membuat Wakil Wali Kota nonaktif tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

"Pasal 187 junto pasal 69 huruf C, ancamannya itukan ada pidana, kalau tidak salah itu minimal 3 bulan maksimalnya 18 bulan penjara," tambahnya.

Meski begitu, Ome tetap berhak melanjutkan aktivitasnya sebagai calon wali kota. "Tidak didiskualifikasi kecuali dia melakukan itu secara terstruktur dan massif," jelasnya.

Sekedar diketahui, hari ini Panwaslu Palopo telah melakukan pemanggilan terhadap Akhmad Syarifuddin Daud. Namun, dirinya mangkir dari panggilan tersebut. Sesuai dengan prosedurnya Gakkumdu akan melakukan pemanggilan sebanyak 3 kali.