Rabu, 14 Maret 2018 23:45 WITA

Pilkada Terganggu, Kapolres Bantaeng Gandeng Tokoh Agama dan Warga Perangi Hoax

Editor: Abu Asyraf
Pilkada Terganggu, Kapolres Bantaeng Gandeng Tokoh Agama dan Warga Perangi Hoax
Deklarasi anti hoax di Bantaeng, Rabu (14/3/2018)

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Pilkada Bantaeng ikut terganggu maraknya hoax atau berita bohong. 

Olehnya itu, Polres Bantaeng menggandeng tokoh agama, para kepala desa, lurah, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat untuk mendeklarasikan Gerakan Anti Hoax. Acara itu berlangsung di aula Endra Dharmalaksana 99 Mapolres Bantaeng, Rabu (14/3/2018).

Acara itu mengangkat tema, "Revitalisasi Sinergitas Kemitraan dengan Tokoh Agama, FKUB, dan Tiga Pilar dalam Mengantisipasi Potensi Gangguan Kamtibmas yang Akan Timbul di Wilayah Hukum Polres Bantaeng Khususnya Pelaksanaan Pemilukada Serentak 2018".

Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan menyampaikan bahwa ada bahaya dan dampak dari peredaran berita hoax, apalagi dalam menghadapi momen pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Peredaran berita hoax ini sangat ditunjang dengan keberadaan social media yang menjadi konsumsi publik sehingga membuatnya beredar sangat cepat," ujarnya.

Perwira dua bunga ini melanjutkan, "Penyebaran hoax tersebut jika ditanggapi oleh masyarakat umum akan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat."

Pilkada Terganggu, Kapolres Bantaeng Gandeng Tokoh Agama dan Warga Perangi Hoax

Adip meminta seluruh masyarakat terlebih dahulu melakukan kroscek terhadap segala macam informasi dan pemberitaan yang beredar. "Serta memastikan keabsahan atau kebenaran berita tersebut," akunya. 

Kasubag Tata Usaha Kemenag Bantaeng, Ahmad Jailani mengingatkan Surah Al-Hujurat ayat 6 sekaitan maraknya hoa, ""Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang fasik dengan membawa suatu informasi, maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan".

"Jika kita mendengar dan membaca berita yang sifatnya hoax atau tidak jelas kebenarannya, maka hendaknya kita tabayyun atau klarifikasi terlebih dahulu," sarannya.