Sabtu, 17 Maret 2018 13:32 WITA

Ini Momen Saat Danny Sebut Piti Kana-kanai dan Hoaks

Penulis: Fathul Khair
Editor: Aswad Syam
Ini Momen Saat Danny Sebut Piti Kana-kanai dan Hoaks
Suasana debat kandidat di Grand Clarion Hotel malam tadi. Sumber: facebook.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Calon wali kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, berulang kali menyebut kalimat 'Piti Kana-kanai' (asal ngomong) dan 'hoaks' dalam debat kandidat terbuka, calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, di Grand Clarion Hotel, Makassar, Jumat (16/3/2018) malam.

Danny pertama kali menyebut kalimat piti kana-kanai, saat moderator memberikan pendalaman terhadap visi misi pasangan Danny-Indira (DIAmi) di segmen kedua. Pertanyaannya, bagaimana penyesuaian visi memajukan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk semua.

Danny menjawab, kota nyaman itu, ketika warganya bisa mengakses fasilitas yang ada, tidak lebih jaraknya 2 km dari titik pemukiman.

"Mohon maaf, kami tidak bisa menjalankan ini, tanpa sebuah data dan terukur. Kita tidak piti kana-kanai pak. Ini adalah sebuah ukuran-ukuran kota nyaman," kata Danny menjawab pertanyaan moderator.

Kata hoaks, pertama kali juga dilontarkan Danny di segmen kedua. Moderator, Iqbal Sultan melemparkan pertanyaan kepada pasangan Danny-Indira. Iqbal bertanya, apakah sampah, narkoba dan begal, serta penegakan hukum lainnya bukan masalah mendesak atau prioritas pemerintah Kota Makassar.

Namun Danny, malah menjelaskan kondisi banjir yang ada di Kota Makassar.

"Banjir yang terlihat itu, itu banyak orang yang tidak pahami. Bahwa jalan itu, ada jalan nasional, ada jalan provinsi, ada jalan kota. Khusus jalan kota, semua tanggung jawab kami, hari ini telah kami selesaikan," katanya.

"(Jalan) Sulawesi dulu banjir, sekarang tidak banjir. Kalau (jalan) Pettarani dan Urip Sumoharjo itu, bukan tanggung jawab pemerintah kota. Kalau mau jadi wali kota, harus tahu tatarannya, jangan hoaks saja. Harus betul-betul pada data yang pas," ujar Danny.

Kalimat piti kana-kanai dan hoaks Danny, masih berlanjut di segmen kedua. Isu yang dibahas, terkait kasus kriminilatas yang kerap terjadi di Kota Makassar. Appi-Cicu juga mendapat pertanyaan soal ini.

Appi mengatakan, soal begal dan sebagainya, selain tindakan kriminalitas, juga menjadi persoalan sosial yang harus segera diselesaikan. Kata Appi, kasus kriminalitas kerap muncul, sebab berkurangnya lapangan kerja di Makassar.

"Angka kriminalitas meningkat, angka kemiskinan meningkat, karena tidak ada sebuah instrumen yang mampu meningkatkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat yang ada di Kota Makassar. Harusnya, pemuda di Kota Makassar diberikan ruang yang seluas-luasnya, agar seluruh improvisasi dan kreativitas yang mereka miliki, bisa tersalurkan dengan baik," jelas Appi.

Kedua tambah dia, harus kembali ditata sistem kemanan lingkungan terpadu. Pemuda menurutnya, harus berperan aktif ikut serta menjaga kemanan lingkungan.

"Ini harus dijaga. Contoh kalau kita melihat begitu banyak CCTV yang sudah terpasang di Kota Makassar, tetapi apa yang terjadi, tidak menyelasaikan persoalan kriminalitas yang ada," demikian Appi.

Danny langsung menanggapi jawaban Appi itu. Lagi-lagi, Danny meminta, agar Appi menyampaikan sesuatu harus berdasarkan data yang ada.

"Sekarang ini kita harus main data, tidak boleh piti kana-kanai (asal ngomong). Kejahatan sekarang menurun. Dulu kejadian 256 setiap bulan, sekarang tinggal 151. Makanya harus data. Kalau tidak, semua hoaks dan hoaks. Kasihan masyarakat. (Mau) menjadi wali kota itu, tidak boleh hoaks, harus pakai data," tegasnya.

"Kemudian yang kedua, kemiskinan meningkat. Dari data mana kemiskinan meningkat. Kemiskinan di Makassar menurun. (Itu data) BPS loh, BPS itu Badan Pusat Statistik, jangan hoaks lah. Kasih masyarakat data yang benar kalau mau jadi wali kota," pungkas Danny.

Di segmen ketiga, hoaks disebut Danny saat menjawab pertanyaan moderator soal akses layanan publik bagi kelompok-kelompok sosial.

"Kita lihat pedestrian-pedestrian kita sesuai standar dunia khusus difabel. Insyaallah semua mulai dari kantor-kantor akan kita benahi," urai Danny.

"Dulu sama sekali tidak pernah diperhatikan hal-hal seperti ini. Alhamdulillah, kita masuk kota layak difabel, kota layak perempuan, kota layak lansia, dan kota layak pemuda. Ini perlu diketahui, supaya tidak hoaks," tambahnya.

Di segmen 4, Appi memberikan pertanyaan kepada Danny. Appi mempertanyakan bagaimana cara menghilangkan 103 titik kumuh yang ada di Makassar melalui dana APBN.

"Barangkali ini membuktikan Pak Appi tidak pernah turun di lorong-lorong," sebut Danny.

"Bahwa begitu di lorong-lorong, bapak kalau masuk di lorong, bapak akan lihat bantuan APBN. Bukan hanya bantuan APBN, juga dunia. Kita mendapatkan (bantuan) dari Australia. Kita dibantu, kenapa, karena Makassar kotanya sangat siap melaksanakan itu. Makassar kota terbaik hari ini, itu bukan hoaks, itu bukti," tutup Danny.