Jumat, 23 Maret 2018 23:59 WITA

Pilkada Jeneponto Masuk Zona Merah, Ini Kata Wakapolda dan Kasdam

Penulis: Zul Lallo
Editor: Adil Patawai Anar
Pilkada Jeneponto Masuk Zona Merah, Ini Kata Wakapolda dan Kasdam

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Jelang pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Jeneponto yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar Jambore Demokrasi.

Peserta Jambore Demokrasi adalah pemilih pemula yang masih duduk di bangku sekolah lanjutan atas. Kegiatan itu berlangsung di Lapangan Stadion mini Turatea, Belokallong, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat (23/3/2018).

Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, Kabupaten Jeneponto masuk zona merah dalam pelaksanaan pilkada di Sulawesi Selatan diantara beberapa kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada.

"Kabupaten Jeneponto termasuk Zona merah di Sulsel," jelas Mas Guntur. 

Sementara Kasdam XIV Sultan Hasanuddin, Brigjen TNI Budi Sulisti Jono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan jambore demokrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto.

"Kalau Jeneponto dikatakan zona merah itu bagus. Artinya aparat pengamanan harus siaga dalam mengamankan pilkada di Jeneponto. Namun kita berharap zona merah itu tidak terjadi," jelas Budi Sulisti Jono.

Pilkada Jeneponto Masuk Zona Merah, Ini Kata Wakapolda dan Kasdam

Sementara Pjs Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa mengatakan, Jambore demokrasi merupakan ide kreatif dan inovasi yang patut diapresiasi dengan baik, dan ditumbuhkembangkan sebagai suatu momentum semangat kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, dalam tatanan sosial masyarakat Jeneponto.

Loading...

"Orang Jeneponto, terkenal ramah dan bersahabat, senang bergaul, memiliki etos dan loyalitas yang kuat, pantang menyerah, punya semangat kekeluargaan, dan gotong royong yang tinggi, selalu mengedepankan Filosopi ampe baji, kana baji dan gau baji," tutur Asmanto Baso Lewa.

Ketua KPU Jeneponto, Muh. Alwi juga menambahkan Kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan acara pembukaan Jambore demokrasi. Ini salah satu kegiatan yang pertama kali dilaksanakan pada kususnya di Jeneponto Sulsel pada umunya di seluruh Indonesia.

"Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar dengan kehadiran pemilih pemula agar dapat mensukseskan pikada Jeneponto 27 Juni mendatang. Kehadiran Jambore ini agar dapat membantu KPU sebagai tahapan penyelenggara," ucapnya. 

Diketahui, Pilkada Jeneponto, terdapat kurang lebih 30 ribu  wajib pemilih yang belum memiliki e-KTP.

"Kami berharap Pilkada Jeneponto adalah pilkada damai. Jadi, disampaikan juga bahwa warga Jeneponto terdapat kurang lebih 30 jiwa pemilih belum punya e-KTP dan berharap dapat juga mensukseskan pilkada pada tanggal 27 juni 2018," tambah Alwi. 

Turut hadir, Pjs Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa, Kepala staf Kodam XIV Sultan Hasanuddin, Budi Sulisti Jono, Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Mas Guntur Laupe, Ketua KPU Sulsel, Ikbal Latif, Ketua KPU Jeneponto Muh. Alwi, Komisioner KPU Jeneponto, Samsuddin, Ekawaty Dewi, PPK, dan PPS se Jeneponto dan Para peserta Jambore.

Loading...
Loading...