Rabu, 28 Maret 2018 23:00 WITA

Baliho Salah Satu Paslon Terkesan Provokatif, Komisioner KPU Jeneponto Kaget

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Baliho Salah Satu Paslon Terkesan Provokatif, Komisioner KPU Jeneponto Kaget
Salah satu baliho paslon bupati dan wabup Jeneponto yang dinilai provokatif.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Salah satu baliho pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil Jeneponto dinilai bernada provokatif. Tulisannya berbeda dengan baliho paslon lainnya. 

Baliho milik pasangan Mulyadi Mustamu-Kasmin Makkamula itu bertuliskan, "Ingatki' Coblos Satu Saja! Kalau Dua...Tiga...Apalagi Empat, Itu Batal".

"Hari ini, saya baru lihat alat peraga Kampanye (APK) itu. Memang terkesan provokatif. Makannya saya sampaikan agar dihentikan dahulu pemasangannya. Ini harus dikaji ulang dan meminta desain awalnya. Jangan sampai ada yang sabotase," ujar Samsuddin, komisioner KPU Jeneponto Divisi Sosialisasi, SDM, dan Parmas, Rabu (28/3/2018).

Padahal, kata dia, Panwaslu dan KPU mengikuti sebelum proses pencetakan. Semua liaison officer (LO) paslon juga menyaksikan desain itu. Makanya, Samsuddin heran mengapa baliho seperti itu bisa lolos.

"Kalau KPU Jeneponto diajukan ke DKPP, tentu saya akan bilang di mana semua panwas dan tim LO paslon pada saat didesain untuk proses cetak. Masak bahasa sekecil itu tidak bisa dikoreksi. Memang itu bagian divisi saya tetapi tidak pernah diperlihatkan desain baliho itu," tambah Samsuddin. 

loading...

Anggota Panwaslu Jeneponto Divisi Hubungan Antar Lembaga, Hamka Lau juga mengaku baru tahu baliho itu. Dia mengaku belum menerima pengaduan sejauh ini. 

"Kami akan dilakukan dulu kajian. Kan itu hari yang ikut ada semuaji juga tim LO paslon calon bupati dan wakil bupati. Saya juga ikut pada saat itu. Kita akan kaji dulu bersama tiga pimpinan Panwaslu," jelas Hamka. 

Pantauan Rakyatku.com, hampir sejumlah titik di Kota Bontosunggu dan di beberapa kecamatan sudah dipasangi alat peraga kampanye pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Jeneponto 2018. 

Baliho tiga pasangan lainnya, yakni nomor urut 2 Muhammad Sarif-Andi Tahal Fasni, nomor urut 3 Iksan-Paris, dan nomor 4 Baharuddin Bj-Isnaad Ibrahim memasang tulisan normatif. Hanya berupa foto, nomor urut, dan jargon.

Loading...
Loading...