Kamis, 29 Maret 2018 11:05 WITA

Debat Perdana Kontestan Pilgub Sulsel Dinilai Monoton

Penulis: Fathul Khair - Muh. Fadel
Editor: Mulyadi Abdillah
Debat Perdana Kontestan Pilgub Sulsel Dinilai Monoton
Debat publik pertama Pilgub Sulsel yang berlangsung di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (28/3/2018) malam. Foto: Fadel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Debat publik pertama Pilgub Sulsel berlangsung dengan lancar di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (28/3/2018) malam. 

Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL), Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), masing-masing sudah memaparkan visi misi serta programnya. Siapa yang unggul?

Direktur Nurani Stategic, Nurmal Idrus mengakui, sulit melihat pasangan calon Pilgub Sulsel yang unggul dalam debat semalam. 

"Tak ada yang bisa mengklaim unggul, karena semua punya nilai negatif dan punya nilai positif. Menurut saya, kemampuan mereka berimbang tadi malam," kata Nurmal kepada Rakyatku.com, Kamis (29/3/2018).

Kata Nurmal, semua paslon di bawah tekanan dalam debat putaran pertama itu. Ia menduga, mungkin ini terjadi karena debat pertama. 

Debat Perdana Kontestan Pilgub Sulsel Dinilai Monoton(Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar)

"Menurut saya debatnya berlangsung datar. Paslon kesulitan mengeksplore kemampuan dan visi serta programnya, dengan waktu terbatas dan sistem debat yang monoton seperti itu," lanjut Nurmal.

Sehingga kata dia, ada baiknya, dalam debat kedua nanti, metode harus diubah. Sesi dikurangi dengan menambah durasi tanya jawab antar paslon.

"Menurut saya, sebaiknya keberadaan panelis ditiadakan. Apalagi, agak sulit menemukan panelis di Sulsel yang tidak partisan lagi," sambungnya.

Debat Perdana Kontestan Pilgub Sulsel Dinilai Monoton(Agus Arifin Numang dan Nurdin Halid)

Bila pada debat kedua nanti hal itu dilakukan, Nurmal menyebut jalannya debat akan lebih dinamis. "Tapi semua tergantung metode debat yang dipakai. Jika masih sama dengan debat semalam, maka suasana kaku dan tak menarik juga akan kembali terjadi," pungkasnya.

Pengaruh Debat

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jayadi Nas mengatakan, debat kandidat sangat bisa mempengaruhi para pemilih. Ujung-ujungnya kata dia, berimbas pada tingkat elektoral pasangan calon.

"Debat pasti sangat mempengaruhi. Karena memang ini adalah hal dan momen paling diunggu-tunggu orang (pemilih)," kata Jayadi, Kamis (29/3/2018).

Terutama kata Jayadi, bagi pemilih yang memang hingga saat ini belum menentukan pilihan. Atau sekarang sudah ada kemantapan hati bagi pemilih mengambang (swing voters).

"Yang jelas mereka (pemilih) nonton yah. Sehingga masyarakat Sulsel sudah bisa menentukan, bahwa saya pilih ini karena visi misinya bagus, apa yang menjadi gagasan," demikian Jayadi.