Jumat, 30 Maret 2018 21:14 WITA

Alat Peraga Paslon di Jeneponto Disoal, Forkopimdo Gelar Rapat

Penulis: Zul Lallo
Editor: Adil Patawai Anar
Alat Peraga Paslon di Jeneponto Disoal, Forkopimdo Gelar Rapat

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Koordinasi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat di Aula Mapolres Jeneponto, Jumat (30/3/2018).

Rapat yang melibatkan KPU dan Panwaslu Kabupaten Jeneponto sebagai wujud sinergitas guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif selama pelaksanaan Pilkada Jeneponto 2018 mendatang.

Rapat ini juga membahas terkait APK pasangan calon nomor urut satu (1). Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto mengajak kepada semua pihak agar tetap sama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap tercipta.

"Kepada semua pihak dengan adanya pertemuan ini, dapat menjadikan suasana yang tetap rukun, aman, dan kondusif dipilkada Jeneponto," harap Kapolres AKBP Hery Susanto.

Ia juga menegaskan kepada para LO masing-masing paslon untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Menurutnya, setiap permasalahan di laporkan kepada Panwaslu, Kapolres atau Dandim. 

"Saya juga berpesan kepada para LO para paslon agar menyampaikan kepada seluruh Tim dan simpatisannya dan kepada seluruh masyarakat agar menahan diri tidak usah terprovokasi dengan keadaan. hal ini sudah dibicarakan atau dibahas di tingkat Forkopimda dan insya allah akan diselesaikan dicari solusinya,"kata Hery. 

Sementara Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Arh Sugiri menyampaikan, LO menjadi penyambung kepada para paslon untuk dapat mendinginkan situasi

Loading...

"Saya sampaikan agar semua LO Paslon agar dapat mendinginkan situasi,"ucap Dandim. 

Komisioner KPU Jeneponto Bidang Sosialisa SDM dan Parmas, Samsudddin mengatakan KPU Jeneponto sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu di Polres Jeneponto. Setelah mendapat informasi dari para LO paslon terkait adanya tulisan pada APK dari paslon nomor 1 untuk itu kami langsung koordinasi dengan KPU Provinsi dan memerintahkan untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. 

"Kami dari KPU Jeneponto apabila seluruh paslon bersepakat untuk mengganti tulisan dari paslon nomor urut 1 dan ini harus juga ada rekomendasi dari Panwaslu untuk dilakukan penggantian," jelas Samsuddin. 

Sementara Plt Sekda Jeneponto dr Syafruddin Nurdin mengatakan, pihaknya selalu berupaya mengubah istilah zona merah Kabupaten Jeneponto untuk menjadi zona hijau dengan mengajak semua pihak untuk bersama sama tetap menjaga hal hal yang dapat berpotensi terjadinya konflik segera mungkin untuk dapat dicegah bersama sama.  

"Seharusnya seluruh desain dan pembuatan APK diambil alih oleh KPU Jeneponto sehingga mencegah terjadinya hal yang seperti ini," jelas Syafruddin. 

Loading...
Loading...