Sabtu, 31 Maret 2018 08:27 WITA

Balihonya Dipersoalkan, Mulyadi: Tulisan Itu Bantu KPU Sosialisasi Cara Mencoblos

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Balihonya Dipersoalkan, Mulyadi: Tulisan Itu Bantu KPU Sosialisasi Cara Mencoblos
Baliho pasangan Mulyadi Mustamu-Kasmin Makkamula yang sempat dipersoalkan.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Calon bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu angkat bicara terkait tulisan pada baliho resminya. Tulisan dalam baliho tersebut dianggap provokatif. KPU pun merasa kecolongan.

Berbeda dengan baliho pasangan calon lain, alat peraga kampanye (APK) milik pasangan Mulyadi Mustamu-Kasmin Makkamula itu tidak hanya berisi nomor urut, foto, dan jargon.
 
Ada juga tulisan, "Coblos satu, kalau dua, tiga, apalagi empat, itu batal". Pada bagian bawah tulisan itu, terdapat gambar ilustrasi coblos dengan paku. Menurut Mulyadi, tulisan tersebut tidak bermasalah. Justru membantu KPU dalam mensosialisasikan tata cara memilih.

"Kecuali jika bertuliskan 'jangan pilih nomor lain', itu salah," ujar Karaeng Tinggi, sapaan akrab Mulyadi Mustamu saat melakukan kampanye dialogis di Kampung Birangloe, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Jumat (30/3/2018).

Dalam kampanye dialogis dihadiri kurang lebih 200 warga, ketua DPC Hanura Jeneponto itu menyampaikan adanya komplain terhadap APK resmi yang dicetak KPU.

Balihonya Dipersoalkan, Mulyadi: Tulisan Itu Bantu KPU Sosialisasi Cara Mencoblos

loading...

"Tulisan di APK sudah benar. Kalau warga pasti mengerti dengan tulisan tersebut, kecuali orang yang tidak bisa artikan atau dipelintir, maka itu orang yang takut kalah," ujar Mulyadi Mustamu dalam orasinya.  

Wakil bupati Jeneponto nonaktif itu mengatakan, APK tersebut sudah diperiksa Panwas dan KPU serta disaksikan liaison officer (LO) semua pasangan calon sebelum dicetak. Makanya, dia heran kenapa belakangan baru dipersoalkan. 

"Harusnya pada saat mau dicetak dikomplain. Bukan sekarang KPU dan Panwas yang disalahkan. Justru tim LO paslon yang menyaksikan itu disalahkan. Bukan pihak penyelenggara," kata Mulyadi dalam rilis yang diterima Rakyatku.com.
 

Loading...
Loading...