Sabtu, 31 Maret 2018 14:45 WITA

Pelapor Sebut APK Mulyadi Provokatif, Panwaslu Minta Ahli Bahasa

Penulis: Zul Lallo
Editor: Mays
Pelapor Sebut APK Mulyadi Provokatif, Panwaslu Minta Ahli Bahasa
Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful (kedua dari kanan), di media center Panwaslu Jeneponto, Sabtu, (31/3/2018).

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Panwaslu Kabupaten Jeneponto meminta tim pasangan nomor urut 3 sebagai pelapor, mendatangkan tim ahli bahasa, untuk mengkaji tulisan di Alat Peraga Kampanye (APK) paslon nomor urut 1, Mulyadi-Kasmin.

Sebelumnya, tim paslon nomor urut 3, melaporkan APK Mulyadi-Kasmin, karena dinilai provokatif. Di APK Mulyadi-Kasmin bertuliskan, "Ingatki, Coblos Satu Saja, Kalau Dua...Tiga....Apalagi Empat, Itu Batal".

Ketua Panwaslu Kabupaten Jeneponto, Saiful mengatakan, APK yang menjadi perbincangan banyak pihak itu, telah ditindaklanjuti Panwas. 

Mereka meminta pelapor agar mendatangkan ahli bahasa, guna menerjemahkan kata-kata yang dinilai provokatif tersebut.

Menurut Saiful, kata-kata dalam APK tersebut, masih multitafsir, sehingga solusi yang paling tepat, harus ada ahli bahasa yang bisa menelaah maksud dari kata-kata di APK Mulyadi-Kasmin itu.

loading...

"Jadi, itu harus diterjemahkan untuk memperkuat laporannya, pelapor saya minta datangkan ahli bahasa. Ini bahasa masih multitafsir. Solusi yang paling tepat harus ada ahli bahasa untuk menelaah maksud dari kata-kata itu," jelas Saiful. 

Panwaslu Jeneponto juga bakal mengundang Ketua KPU Jeneponto, Muh Alwi Senin, 2 April mendatang, untuk mengklarifikasi terkait dengan laporan tim hukum paslon no urut 3 itu. 

"Senin 2 April, Ketua KPU Jeneponto, Muh Alwi akan saya undang, untuk mengklarifikasi terkait dengan laporan tim hukum paslon nomor 3, Iksan-Paris," tambahnya.

Loading...
Loading...