Selasa, 03 April 2018 01:54 WITA

Data Pemilih Berkurang, Anggota Legislatif Bone Soroti KPU

Editor: Aswad Syam
Data Pemilih Berkurang, Anggota Legislatif Bone Soroti KPU
Risal Jamal

RAKYATKU.COM, BONE -- Salah satu anggota DPRD Kabupaten Bone dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Risal Jamal, menyoroti kinerja KPU Bone.

Risal mengatakan, hampir data pemilih setiap kecamatan di Bone 2018 berkurang dari pemilu 2014 lalu, padahal angka kelahiran di Bone meningkat dari pada angka kematian.

"Kalau dibandingkan dari data pemilih sebelumnya, angka kelahiran selama ini meningkat dibanding dengan angka kematian, termasuk digabungkan dengan warga Bone yang keluar merantau, tapi kenapa data pemilih sekarang malah kurang dari pemilu sebelumnya," kata Risal Senin (2/4/2018).

Lebih lanjut dia mengatakan, kalau seperti ini berarti data pemilu sebelumnya, sudah jelas tidak benar bisa dipastikan orang yang sudah meninggal di tahun 2013 bisa memilih.

"Pertanyaannya bagaimana kinerja KPU sekarang, ada apa? Dan bagaimana mempertanggungjawabkan semua ini?" tanyanya.

Sementara Ketua KPU Bone Aksi Hamsah yang dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya pemilih tahun ini.

"Ada beberapa faktor sebenarnya yang mempengaruhi, salah satunya Pemilu sebelumnya belum menggunakan e-KTP kemudian yang kedua belum ada aplikasi secara nasional waktu itu," kata Aksi Hamsah kepada Rakyatku.com.

Lebih jauh Aksi menjelaskan, selain itu dengan adanya sistem e-KTP dan aplikasi nasional yang di sebut dengan Sidalih, maka memudahkan untuk membuat adanya KTP ganda, kemudian data base yang berupa DP 4 dari Kemendagri setelah difaktual itu, banyak sekali data yang belum dibersihkan, contoh data orang yg meninggal masih ditemukan sebanyak 35 ribuan.

"Faktor inilah yang menyebabkan turunnya jumlah data pemilih, dan ini merata di semua tempat bukan hanya Bone. Kesimpulan kami, data saat ini dengan bantuan aplikasi dan sistem e-KTP lebih real dari pada data pemilu sebelumnya," kuncinya.