Minggu, 15 April 2018 15:00 WITA

Pakar Ekonomi Ungkap Kondisi Mengkhawatirkan bila MA Tolak Kasasi KPU Makassar

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Pakar Ekonomi Ungkap Kondisi Mengkhawatirkan bila MA Tolak Kasasi KPU Makassar
Diskusi politik Pilwalkot Makassar, di warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Minggu (15/4/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pakar ekonomi, Prof Muhammad Asdar mengatakan, ada sejumlah dampak ekonomi yang akan timbul atas hasil putusan Mahkamah Agung (MA) terkait Pilwalkot Makassar 2018.

Bila MA menolak kasasi KPU Makassar, dan pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) dicoret sebagai kontestan, dikhawatirkan akan terjadi gejolak di Makassar. Gejolak ini, yang disebut Prof Muhammad Asdar berpotensi menimbulkan dampak di bidang ekonomi.

Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan. Yakni terkait belanja masyarakat, belanja pemerintah yang tercermin dalam APBD, dan investasi.

"Terkait soal belanja masyarakat, tentu beda kalau satu pasang dan dua pasang calon yang bertarung. Tentu ini berdampak kepada belanja masyarakat," kata Prof Muhammad dalam diskusi politik dengan tema "Membedah Dampak Putusan MA", Minggu (15/4/2018).

"Sebaliknya, kalau putusan MA yang menjadikan Pilwalkot Makassar diikuti dua calon, secara ekonomi baik bagi masyarakat," tambahnya.

Dari segi investasi di Kota Makassar, juga sangat berdampak dari hasil putusan MA nanti kata dia. Sebab, investor akan menanamkan investasinya di Kota Makassar, bila daerah tersebut aman.

"Efek berkelanjutan dari kemungkinan kalau ada huru hara, bisa mengarah kepada tidak masuknya investor, karena mereka anggap Makassar tidak aman," urainya.

Lebih jauh lagi dia mengatakan, bila terjadi "bencana besar" hasil putusan MA nanti, pasti akan berdampak kepada kesempatan kerja masyarakat. Bila bisnis terhenti, berdampak kepada gaji karyawan, dan tingkat kesejahteraan menurun.

"Berbicara ekonomi, artinya berbicara asas manfaat. Kalau sampai ada bentrok, yang repot kita. Kalau bentrok terjadi, tidak ada (investor) yang mau ke sini, yang di Makassar saja bisa saja lari keluar, pengusaha di dalam pasti keluar," jelasnya.

Olehnya itu kata dia, butuh tindakan pencegahan, untuk menghindari terjadinya kemungkinan-kemungkinan itu.