Senin, 16 April 2018 19:29 WITA

Banggar DPRD Sulsel Minta Anggaran Pilgub Dikurangi, Soni Bela KPU

Editor: Adil Patawai Anar
Banggar DPRD Sulsel Minta Anggaran Pilgub Dikurangi, Soni Bela KPU

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel meminta anggaran Pilgub Sulsel untuk dirasionalisasi alias dikurangi. Anggaran Pilgub Sulsel yang tertuang di Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) saat ini, dianggap Banggar masih terlalu besar.

Anggaran yang ada di NPHD sebelumnya, merupakan estimasi enam pasangan calon. Namun hanya empat pasangan calon yang bertarung, menjadi alasan NPHD dianggap mesti direvisi.

Rencana Banggar DPRD Sulsel merevisi anggaran Pilgub tersebut mendapat tanggapan dari Penjabat Gubernur Sulsel Soni Soemarsono. Menurutnya, pemangkasan anggaran Pilkada tidak boleh dilakukan ditengah-tengah.

"Pemangkasan anggaran Pilkada itu aturannya tidak boleh ditengah-tengah NPHD. Tidak boleh ada NPHD baru. Yang ada itu setelah selesai Pilkada, kemudian dipertanggung jawabkan, sisanya dikembalikan ke Pemda," jelasnya.

Kalau anggaran Pilgub Sulsel direvisi sekarang, menurut Soni, itu berarti ada NPHD baru dan memunculkan komplikasi sebab tahapan bisa terganggu karena anggaran terpotong.

"Kalau ada kebutuhan mendesak tidak terespon dengan baik itu lebih beresiko. Sejauh memang tidak urgen, saya setuju tidak ada pemangkasan. Kalau ada anggaran lebih nanti dikembalikan setelah Pilkada," tambahnya.

Menurut Soni, hal tersebut sudah disampaikan ke pihak DPRD Sulsel dan tentunya akan ditindaklanjuti dewan dalam rapat banggar selanjutnya.

"Saya sudah sampaikan ke DPRD Sulsel mengenai hal ini. Tapi DPRD betul, mereka menjalankan fungsi pengawasan. Logika mereka juga benar, soal pengurangan paslon dari 6 ke 4 paslon tersebut. Tapi, tidak signifikan yang harusnya berkurang," tutup Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri tersebut.

Sekedar diketahui, Inspektorat Sulsel sebenarnya sudah melakukan revisi. Dari total anggaran Pilgub yang diusulkan KPU Sulsel sebesar Rp456 miliar lebih, sudah dilakukan rasionalisasi sebesar Rp434 miliar lebih, atau sudah dikurangi Rp22 miliar lebih.

Namun versi Banggar DPRD Sulsel, nilai anggaran yang perlu dirasionalisasi adalah Rp 50 miliar dari total anggaran pemilihan itu Rp 456 miliar tersebut.