Selasa, 17 April 2018 18:50 WITA

BREAKING NEWS

Panwaslu Rekomendasikan Judas Didiskualifikasi dari Pilwalkot Palopo

Editor: Abu Asyraf
Panwaslu Rekomendasikan Judas Didiskualifikasi dari Pilwalkot Palopo
Pasangan Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Panwaslu Palopo membuat rekomendasi mengejutkan. Calon wali kota Palopo petahana, Judas Amir dinyatakan terbukti melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016. Konsekuensinya, didiskualifikasi dari Pilwalkot Palopo 2018.

Dalam surat Panwaslu tertanggal 17 April 2018 yang diteken Syafruddin Djalal, disebutkan bahwa Judas terbukti melanggar pasal 71 ayat 2. Pelanggaran ini terkait mutasi yang dilakukan Judas enam bulan sebelum penetapan pasangan calon di Pilkada.

Pasal 71 ayat 2 berbunyi, "Gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai 
dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri."
 

Konsekuensi terhadap pelanggaran pasal ini cukup berat. Kandidat dan pasangannya dibatalkan sebagai pasangan calon alias didiskualifikasi. Sanksinya tertuang pada Pasal 71 ayat 5 sebagai berikut.

"Dalam hal gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota selaku petahana melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3),
 petahana tersebut dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU
kabupaten/kota."

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi membenarkan keputusan dari Panwaslu Kota Palopo tersebut. Namun, dia mengaku belum menerima tembusan surat dari Panwaslu Palopo.

Kendati demikian, Laode menjelaskan, kasus tersebut memang merupakan ranah dari Panwaslu. "Jadi nanti putusan itu akan dikirim ke KPU dalam bentuk rekomendasi kepada KPU. SK KPU (terkait pencalonan) yang telah dibuat dulu untuk dibatalkan," jelas La Ode, saat dikonfirmasi via telepon.

Laode mengatakan sesuai aturan, rekomendasi Panwaslu itu wajib ditindaklanjuti KPU Palopo selambat-lambatnya tiga hari setelah putusan tersebut. 

"Kemudian (KPU) membuat keputusan baru. Artinya, tersisa satu pasangan saja (di Pilwalkot Palopo)," ucapnya.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan warga atas nama Hamsah. Laporannya seputar mutasi yang dilakukan Judas Amir yang juga calon wali kota petahana. Hingga berita ini diturunkan, Ketua KPU Palopo Haedar Djidar belum memberikan tanggapan.