Selasa, 17 April 2018 21:22 WITA

Warga Kelurahan Mario: Kami Tak Tega Lihat DIAmi Dizalimi

Editor: Fathul Khair Akmal
Warga Kelurahan Mario: Kami Tak Tega Lihat DIAmi Dizalimi
Kampanye Indira Mulyasari bersama warga kelurahan Mario, Kecamatan Mariso, Selasa, (17/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Melihat perjuangan pasangan kandidat Danny Pomanto-Indira Mulyasari Pramastuti ( DIAmi) sangat gigih melawan kezaliman sampai saat ini.  Salah seorang warga Kelurahan Mario, H Sinyo (46) mengaku tidak tega melihat pasangan DIAmi dizalimi terus-menerus. 

Sinyo mengaku semangat yang dimiliki pasangan DIAmi yang terus berjuang melawan ketidakadilan, menjadi kekuatan besar untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat kota Makassar. 

"Kami tidak tega melihat wali kota terbaik kami, Pak Danny Pomanto dizalimi terus. Tapi kami tidak akan mundur untuk terus mendukung karena pasangan Danny-Indira sudah terbukti kinerjanya dan mereka pemimpin terbaik," ucap Sinyo dalam kampanye dialogis DIAMi, yang dihadiri Indira Mulyasari bersama warga kelurahan Mario, Kecamatan Mariso, Selasa, (17/4/2018).

Olehnya, ia mengajak kepada semua warga khususnya di kelurahan Mario, untuk mendoakan pasangan DIAmi agar tetap tegar menghadapi segala tantangan. Karena DIAmi adalah pemimpin terbaik dan berkualitas. 

"Pak Danny terbukti kinerjanya selama memimpin, lorong-lorong bersih dan got sudah bersih. Makassar dapat Adipura tiga kali berturut,  jadi kami harap DIAmi terpilih kembali di Pilwalkot ini," harapnya. 

Indira Mulyasari Pramastuti mengaku sangat terharu dan bangga atas segala dukungan yang diberikan kepada pasangan DIAmi. Ia mengatakan, selama ini pasangan DIAmi selalu sabar dan berdoa, jika ada pihak-pihak yang menzalimi. 

"Saya dan Pak Danny memulai ini dengan niat yang tulus untuk membangun Makassar supaya lebih baik. Maka dari itu, selipkanlah doa untuk DIAmi, agar diberikan hidayah dan kelancaran saat bertarung di Pilkada ini," ungkap Indira. 

Dia menambahkan, doa dan usaha tetap dilakukan ketika ada masalah yang menerpa DIAmi, dan semua tetap diharapkan menjadi indah pada waktunya kelak.

Indira pun sedikit menceritakan di hadapan warga bahwa pengorbanannya mundur sebagai anggota dewan akan menjadi kekuatan dan semangat mengarungi samudra pertarungan di Pilwalkot Makassar ini. 

"Kami tidak pernah diam, meski kami tetap sabar, tentu doa selalu kami harapkan kepada saudaraku. Saya mengundurkan diri sebagai anggota dewan selama tiga tahun lebih dan itu adalah zona nyaman, tetapi karena saya dengan Pak Danny ingin memajukan kota Makassar, dan kami akan selalu berjuang tanpa henti karena kami dikelilingi orang-orang mencintai kami untuk bersama-sama memajukan kota Makassar, " pungkasnya disertai teriakan dua, dua dan oppoki.