Rabu, 18 April 2018 11:30 WITA

Tanri Abeng Akan Bedah Gagasan Agus-Tanribali

Editor: Mulyadi Abdillah
Tanri Abeng Akan Bedah Gagasan Agus-Tanribali
Foto: Dok

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Beberapa tokoh nasional asal Sulawesi Selatan akan duduk bersama membedah visi dan gagasan Agus Arifin Nu’mang-Achmad Tanribali Lamo yang dimuat dalam buku Untuk Sulsel Lebih Bagus, karya M. Saleh Mude, di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional RI Jakarta,  Rabu, (18/4/ 2018) pukul 13.00 – 17.00 Wib, 

Salah satu tokoh yang hadir yaitu, Dr. Tanri Abeng,  kelahiran Selayar, 7 Maret 1942. Ia  adalah seorang pakar manajemen dan kepemimpinan, mantan menteri negara pendayagunaan BUMN era Kabinet Pembangunan VII Soeharto dan Kabinet Reformasi Pembangunan BJ Habibie. Tanri kini adalah komisaris utama PT Pertamina sekaligus ketua yayasan Tanri Abeng University (TAU), yang pernah terkenal sebagai manajer satu miliar era tahun 1990-an.

Kedua, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin adalah kelahiran Makassar, 30 Oktober 1952, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan RI, 2010-2014. Sjafrie kini dipercaya oleh pemerintah Jokowi-JK sebagai Wakil Presiden penyelenggara Asian Games 2018 sekaligus sebagai pengajar di markas NATO, Jerman.

Ketiga, Irjen Pol (Purn) Dr. M. Said Saile, kelahiran Sidrap, 10 Agustus 1957, adalah purnawirawan kepolisian yang ahli dalam bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kepemimpinan, kini mengajar di Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) RI, dan ketua umum Pengurus Besar Keluarga Bugis Sidenreng Rappang (PB KEBUGIS).

Keempat, Dr. Ir. Muhammad Said Didu, IPU adalah kelahiran Pinrang, 2 Mei 1962, mantan Sekretaris Menteri BUMN era Sugiharto, Sofyan Djalil dan Mustafa Abubakar, 2005-2010. Said Didu sekarang adalah salah satu komisaris BUMN, PT Bukit Asam, sekaligus pengamat ekonomi-politik.

Kelima, Welham Hafied adalah ketua relawan Jaringan Jakarta Sulsel (JJS) untuk pasangan Agus-Tanribali, calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, 2018-2023.

Panitia berharap kepada tokoh-tokoh Sulsel tersebut dapat bicara tentang pentingnya pemimpin yang memiliki visi dan gagasan untuk membangunan dan memajukan Sulsel lebih bagus, 5 tahun ke depan.