Kamis, 19 April 2018 16:32 WITA

10.289 Wajib Pilih di Bulukumba Terancam Tak Bisa Memilih

Editor: Adil Patawai Anar
10.289  Wajib Pilih di Bulukumba Terancam Tak Bisa Memilih

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulukumba menggelar rapat pleno terbuka, terkait rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT), di Hotel Agri Bulukumba, Kamis (19/4/2018).

Pada rapat pleno ini terungkap, sebanyak 10.289 jiwa warga Kabupaten Bulukumba yang bakal tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Gubernur Sulsel 27 Juni mendatang.

Ketua KPU, Asikin Patedduri mengatakan, secara kronologi Penetapan Daftar Pemilih Tetap sudah dilaksanakan namun sampai saat ini masih belum selesai dikarenakan adanya kesalahpahaman dengan Disdukcapil.

"KPUD sudah melakukan sinkronisasi data dan ditemukan sebanyak 10.289 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih potensial non elektronik," Ungkapnya.

KPUD, kata Asikin, telah meminta kepada pihak Pemkab Bulukumba untuk memasukkan 10.289 orang tersebut ke dalam data Base Disdukcapil untuk menjadi dasar KPUD menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena nantinya akan berhubungan dengan pemenuhan Surat Suara.

"Ada kesalahpahaman dengan Disdukcapil sehingga masyarakat Bulukumba yang masuk dalam Daftar Pemilih Potensial Non elektronik belum terakomodir," tambahnya.

Menurutnya, permasalahan ke depan adalah apabila 10.289 orang warga tidak masuk dalam Data Base maka mereka dianggap penduduk ilegal dan tidak bisa mengikuti pemilihan pada 27 Juni 2018.

Sementara itu, perwakilan partai PDIP Zulkifli Saiyye mengatakan, KPUD Bulukumba memiliki kewenangan untuk memasukkan daftar wajib pilih menjadi DPT.

"Kami mengusulkan, untuk daftar 10 Ribu lebih itu, dimasukkan ke dalam DPT, karena kasihan warga Bulukumba. Jumlah tersebut terbilang sangat besar," ujarnya.

Pernyataan ini dijawab oleh Asikin Patedduri jika pihaknya memang memiliki wewenang, hanya saja jumlah tersebut harus diakui oleh Pemkab, dan jika tetap ingin dimasukkan, harus ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengikatnya.

Hingga berita ini diturunkan, rapat pleno yang dihadiri oleh perwakilan partai dan perwakilan paslon dari 4 kandidat Pigub Sulsel masih berlangsung. KPU melakukan diskusi mengenai, apakah perlu dimasukkan 10.289 jiwa ke dalam DPT, mengingat jumlah tersebut tidak terbaca pada data base.