Selasa, 24 April 2018 17:46 WITA

Begini Cara Penentuan Pemenang Calon Tunggal vs Kotak Kosong

Editor: Mulyadi Abdillah
Begini Cara Penentuan Pemenang Calon Tunggal vs Kotak Kosong
Ilustrasi Pilkada.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah Pilkada serentak 2018 di Provinsi Sulsel berakhir dengan pasangan calon tunggal vs kotak kosong.

Dua daerah yang pasti "Pilkada Kotak Kosong" adalah Kabupaten Enrekang dan Bone. Sementara Kota Makassar masih menunggu putusan KPU Makassar pasca putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pencalonan M Ramdhan 'Danny' Pomanto. 

Bagaimana proses penentuan pemenang pilkada calon tunggal kontra kotak kosong?

Dalam Pasal 22 PKPU Nomor 13 Tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 14 Tahun 2015 tentang pilkada dengan satu pasangan calon disebutkan, pasangan calon tunggal ditetapkan sebagai pemenang bila mendapatkan suara sah lebih dari 50% dari suara sah. 

Bila perolehan suara pasangan calon kurang dari jumlah itu, maka pasangan calon dapat mencalonkan diri pada pemilihan berikutnya.

"Pemilihan serentak berikutnya dapat diselenggarakan pada tahun berikutnya atau dilaksanakan sebagaimana jadwal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 22 ayat 2.

Apabila perolehan suara pada kolom kosong lebih banyak dari perolehan suara pada kolom foto pasangan calon, KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota menetapkan penyelenggaraan Pemilihan kembali pada Pemilihan serentak periode berikutnya.

Pemilihan serentak berikutnya sebagaimana dimaksud dapat diselenggarakan pada tahun berikutnya atau dilaksanakan sebagaimana jadwal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Dalam hal terjadi penetapan penyelenggaraan Pemilihan serentak periode berikutnya sebagamana dimaksud, KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota melalui KPU berkoordinasi dengan kementerian yang membidangi urusan dalam negeri untuk penugasan penjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, penjabat Bupati dan Wakil Bupati, atau penjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota," bunyi Pasal 25 ayat 3. 

PKPU itu juga mengatur desain surat suara bagi pilkada dengan satu pasangan calon. 

"Sarana yang digunakan untuk memberikan suara pada Pemilihan 1 Pasangan Calon menggunakan surat suara yang memuat 2 kolom yang terdiri atas 1 kolom yang memuat foto Pasangan Calon dan 1 kolom kosong yang tidak bergambar," bunyi Pasal 14 ayat 1.